Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan

Bersyukurlah dalam segala Hal

Keajaiban itu ada di sekeliling kita, untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita syukuri
Apa yang kita cari dalam hidup ini....?
Kita hidup di kebun, kita merindukan kota. Kita hidup di kota, merindukan kebun.

Bersyukurlah dalam segala Hal

Kalau kemarau, kita tanya kapan hujan. di musin hujan kita tanya kapan kemarau.

Diam di rumah, inginnya pergi .... setelah pergi inginnya pulang ke rumah.

Diwaktu tenang, cari keramaian. di waktu ramai cari ketenangan. Ketika bujang mengeluh ingin nikah. sudah berkeluarga mengeluh belum punya anak.
Setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya hidup dan pendidikan.

Ternyata SESUATU itu tampak indah kalau belum dimiliki.

Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya terlalu memikirkan apa yang BELUM ADA, tapi mengabaikan yang sudah kita MILIKI?.

Jadilah pribadi yang selalu BERSYUKUR dengan rahmat yang sudah kita miliki.

Mungkinkah selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yg luas ini...?
menutup telapak tangan saja Sulit... Tapi kalau daun yg kecil ini menempel di mata, maka TERTUTUPLAH BUMI dengan daun.

Begitu juga bila HATI ditutupi pikiran BURUK sekecilpun, maka kita akan melihat keburukan dimana mana " Bumi inipun akan tampak buruk"

Jangan menutup mata kita walau dgn daun yg kecil . Jangan menutup hati kita dgn pikiran yg buruk walau hanya seujung kuku. SYUKURILAH apa yang sdh kita miliki sebagai modal untuk memuliakanNYA karena hidup ini adalah waktu yang dipinjamkan dan harta adalah berkah yg dipercayakan.

Jadi BERSYUKURLAH.... atas nafas yang masih kita miliki, bersyukurlah atas keluarga yg kita miliki.Bersyukur dan bersyukur dalam segala hal

Renungan Harian - Ketika Tersadar

Renungan Harian - Ketika Tersadar
Bacaan Renungan => Lukas 15:11-32

Di ruang praktik seorang dokter, ada poster dengan tulisan, "Good health is a golden crown on every man's head no body see it but the sick man."
Kesehatan yang baik sangatlah berharga. Tetapi, orang tak sedikit pun melihat atau mengakuinya, apalagi menghargai dan mensyukurinya. Orang baru menyadari betapa berharganya kesehatan ketika ia sakit.

Persis begitulah Si Bungsu. Merasa di rumah bapanya tiada hal yang menyenangkan, ia memilih pergi.
Belakangan, ketika di rantau derita menderanya, barulah ia menyadari betapa membahagiakan rumah bapanya. "Lalu ia menyadari keadaannya" (ay. 17).

Si Bungsu adalah kita.
Tuhan menganugerahkan berlimpah hal yang berharga. Tetapi, kita tidak menyadarinya, tidak menggubrisnya, tidak mengakuinya, tidak mensyukurinya.
Bahkan--seperti Si Bungsu--kita merendahkannya, dan baru mengakui betapa berharga semuanya itu ketika anugerah itu entah bagaimana diambil dari kita.

Demikianlah.
Ketika sakit, barulah kita menyadari betapa bernilainya kesehatan.
Ketika berjauhan, barulah kita menyadari indahnya kebersamaan.
Ketika terkucil, barulah kita melihat betapa berartinya orang lain.
Ketika perselingkuhan meluluhlantakkan keluarga, barulah kita mengakui betapa kesetiaan itu membahagiakan.
Ketika peluang untuk mengasihi tak lagi ada, barulah kita menyadari betapa berharga kesempatan yang selama ini tersia-siakan.

Alangkah membahagiakan hati jika kita menyadari dan mensyukuri pemberian-Nya sejak sekarang, dan tidak menunggu deraan keadaan seperti Si Bungsu.

Agama Tanpa Spiritualitas


Agama Tanpa Spiritualitas
"Bacaan : Markus 7 : 1-23"
Di Israel dulu ada 8 kelompok Farisi.
Jadi kurang adil bila semua orang Farisi kita sorot secara negatif.
Kelompok ke-8 adalah kelompok moderat.
Nikodemus termasuk dalam kelompok ini.
Ia datang malam-malam kepada Yesus dan bertanya tentang kelahiran baru.
Ketujuh kelompok lain memang cenderung legalistik, yaitu memberlakukan hukum secara ketat, namun melupakan "jiwa" dari hukum itu.

Itulah sebabnya orang yang legalistik biasanya berkepala batu, sok merasa benar asal sudah bisa menemukan dan mengutip hukum atau aturan yang tertulis.
Herannya, orang legalistik kadang pintar mengelak kala aturan itu dikenakan pada diri mereka sendiri (ay. 9-13).
Mereka memang mengutamakan penampilan saleh dan taat pada hukum Tuhan, namun hati mereka keras padas, jauh dari kelembutan dan kasih sayang.

Orang semacam ini membuat agama tampil garang dan mengerikan.
Agama mereka pisahkan dari spiritualitas. Inilah penyakit orang Farisi pada zaman Yesus dan juga "orang Farisi" pada zaman kita. Padahal, tanpa spiritualitas, agama menjadi kering dan kehilangan kemanusiawiannya.

Tanpa spiritualitas, orang akan hidup di bawah hukum dan bukan di bawah kehendak Tuhan. Kita menyalahgunakan hukum Tuhan, dan memakainya untuk menindas sesama, bukan memberkati mereka.

Kiranya kita dijauhkan dari sikap semacam itu. Semoga kita menjadi orang Kristen yang lembut, arif, berprinsip teguh, namun berbela rasa, bukan orang Kristen yang kaku beku bak batu.
Dunia membutuhkan cinta kasih dan bukan batu-batu beku itu!

-- Daniel K. Listijabudi/Renungan Harian

--------------------------------------------------
MANUSIA KESEPIAN, KARENA MEREKA LEBIH SUKA
MEMBANGUN BENTENG DARIPADA JEMBATAN HIDUP.
-- John F. Newton

Penilaian Tuhan vs Penilaian Manusia

BACAAN HARI INI
Amsal 29:5-26

Nats :
Amsal 29:25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

Penilaian Tuhan vs Penilaian Manusia

J.C. Penney lahir di Hamilton, Caldwell County, Missouri. Ayahnya adalah seorang pendeta Baptis dan petani yang ketat dalam mendidik anak-anaknya. Cita-citanya untuk menjadi pengacara gagal setelah kematian ayahnya.

Ketika masih muda J.C. Penney sempat mengelola sebuah toko daging. Ia diberitahu bahwa jika ia memberikan sebotol Bourbon –sejenis minuman keras– setiap minggunya kepada kepala koki di sebuah hotel ternama, ia akan mendapatkan bisnis daging di restoran hotel tersebut.

Penney melakukan hal itu untuk sementara waktu, sampai ia merasa bahwa itu adalah hal yang salah. Kemudian, ia menghentikan kebiasaan memberikan Bourbon, dan benar saja, ia kehilangan bisnis di hotel itu. Itulah yang akhirnya membuat usahanya bangkrut.

Namun demikian, Tuhan punya rencana yang lebih baik baginya. Pada tahun 1898, ia mulai bekerja di toko Golden Rule. Ketekunan dan keahliannya dalam menjual barang diapresiasi oleh pemilik toko tersebut. Kemudian, tahun 1902, Penney ditawari untuk bekerja sama dalam kepemilikan toko baru yang akan dibuka. Ia menginvestasikan tabungannya untuk kepemilikan 30% saham.

Penney pindah ke Wyoming dan membeli sebagian saham lagi untuk dua buah toko yang lain. Lima tahun kemudian, ia mengambil alih semua saham di ketiga tokonya. Tidak perlu waktu lama sampai akhirnya ia sukses dalam pekerjaannya. Usahanya pun berkembang dalam bidang real estate dan juga peternakan.

Anugerah Tuhan terjadi saat J.C. Penney mau mendengar hati nuraninya. Pada Roh Kudus yang berkata dan mengusik tentang perbuatan yang tidak berkenan dan menghentikan pemberian Bourbon. Memang seakan keadaan memburuk, tetapi Tuhan menggantikan dengan berkat yang luar biasa.

Demikian juga dengan kita semua. Penilaian dan nasihat manusia seringkali mendatangkan perangkap, tetapi Tuhan adalah Allah yang setia. Penilaian-Nya atas kita selalu mendatangkan anugerah, dan menjadi berkat ketika kita mau mendengar dan melakukannya dalam kehidupan kita. Percayalah bahwa Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Amin.

   * Dalam setiap perkara, apakah Anda lebih sering mendengarkan nasihat dan penilaian manusia atau apa kata firman Tuhan? Kenapa?
  * Menurut Anda, yang manakah yang akan mendatangkan perkenanan Allah di dalam hidup Anda? Kenapa?
  * Apa komitmen yang dapat Anda ambil untuk mulai hidup seturut firman Tuhan?

Keputusan yang berasal dari tekad dengan segenap hati

Ketika Anda memiliki pola hidup TAAT,
dengan mengasihi Tuhan dan menuruti segala perintah-Nya,
maka Anda akan hidup dalam anugerah-Nya yang luar biasa.
Ketaatan pada-Nya harus menjadi gaya hidup sehari-hari.

Keputusan yang berasal dari tekad dengan segenap hati

"Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Bapa untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Kor.2:9)

Tuhan bisa mempromosikan Anda setiap saat,
Di level manapun Anda berada saat ini,
Lakukan perintah-Nya dalam ketaatan,
Nanti Anda akan melihat kemuliaan Tuhan yang luar biasa dinyatakan dalam hidupmu.
Tuhan bisa membawa Daud dari seorang gembala domba menjadi seorang raja Israel yang dikagumi.
Tuhan bisa membawa Musa dari seorang anak yang diincar untuk dibunuh, menjadi pemimpin dua juta umat Israel.
Percayalah,
Tuhan juga bisa menuntun dan mengangkat kita ke posisi yang IA telah sediakan.

Persoalannya adalah:
Seringkali kita menjalani hidup ini secara egois sekali,
semua dikontrol oleh kemauan manusiawi kita,
oleh keinginan dan kenikmatan daging.

Mulai hari ini, buatlah keputusan untuk mau mentaati Tuhan,
keputusan yang berasal dari tekad dengan segenap hati.

Semoga kita semua bisa !.

Selamat Malam Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, dan selamat berkumpul dengan keluarga dalam sukacita Kristus, Tuhan Yesus memberkati Anda bersama keluarga selalu, AMIN.