Penilaian Tuhan vs Penilaian Manusia

shares |

BACAAN HARI INI
Amsal 29:5-26

Nats :
Amsal 29:25 Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.

Penilaian Tuhan vs Penilaian Manusia

J.C. Penney lahir di Hamilton, Caldwell County, Missouri. Ayahnya adalah seorang pendeta Baptis dan petani yang ketat dalam mendidik anak-anaknya. Cita-citanya untuk menjadi pengacara gagal setelah kematian ayahnya.

Ketika masih muda J.C. Penney sempat mengelola sebuah toko daging. Ia diberitahu bahwa jika ia memberikan sebotol Bourbon –sejenis minuman keras– setiap minggunya kepada kepala koki di sebuah hotel ternama, ia akan mendapatkan bisnis daging di restoran hotel tersebut.

Penney melakukan hal itu untuk sementara waktu, sampai ia merasa bahwa itu adalah hal yang salah. Kemudian, ia menghentikan kebiasaan memberikan Bourbon, dan benar saja, ia kehilangan bisnis di hotel itu. Itulah yang akhirnya membuat usahanya bangkrut.

Namun demikian, Tuhan punya rencana yang lebih baik baginya. Pada tahun 1898, ia mulai bekerja di toko Golden Rule. Ketekunan dan keahliannya dalam menjual barang diapresiasi oleh pemilik toko tersebut. Kemudian, tahun 1902, Penney ditawari untuk bekerja sama dalam kepemilikan toko baru yang akan dibuka. Ia menginvestasikan tabungannya untuk kepemilikan 30% saham.

Penney pindah ke Wyoming dan membeli sebagian saham lagi untuk dua buah toko yang lain. Lima tahun kemudian, ia mengambil alih semua saham di ketiga tokonya. Tidak perlu waktu lama sampai akhirnya ia sukses dalam pekerjaannya. Usahanya pun berkembang dalam bidang real estate dan juga peternakan.

Anugerah Tuhan terjadi saat J.C. Penney mau mendengar hati nuraninya. Pada Roh Kudus yang berkata dan mengusik tentang perbuatan yang tidak berkenan dan menghentikan pemberian Bourbon. Memang seakan keadaan memburuk, tetapi Tuhan menggantikan dengan berkat yang luar biasa.

Demikian juga dengan kita semua. Penilaian dan nasihat manusia seringkali mendatangkan perangkap, tetapi Tuhan adalah Allah yang setia. Penilaian-Nya atas kita selalu mendatangkan anugerah, dan menjadi berkat ketika kita mau mendengar dan melakukannya dalam kehidupan kita. Percayalah bahwa Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Amin.

   * Dalam setiap perkara, apakah Anda lebih sering mendengarkan nasihat dan penilaian manusia atau apa kata firman Tuhan? Kenapa?
  * Menurut Anda, yang manakah yang akan mendatangkan perkenanan Allah di dalam hidup Anda? Kenapa?
  * Apa komitmen yang dapat Anda ambil untuk mulai hidup seturut firman Tuhan?

Related Posts

0 komentar: