Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Kisah Inspiratif : Pendeta Gelandangan

Seorang calon Pendeta senior menyamar menjadi gelandangan dan berjalan menuju ke gereja yang akan digembalakannya.
jumlah jemaatnya tidak sedikit, kira-kira ada 1000 orang. pagi itu, ia datang ke gereja 30 menit lebih awal.

Inspirasi cerita Pendeta Gelandangan

Selama tiga puluh menit, ia berjalan keliling mencari tempat duduk, dan berusaha mendekati jemaat yang mulai berdatangan, tetapi sayang hanya ada tiga orang yang menyapa “hello” kepadanya.
Ia juga mencoba meminta uang recehan kepada jemaat yang ia temui, tetapi tidak ada seorang pun yang mengulurkan tangannya dan memberi uang recehan.
Tidak lama setelah itu, ia pun maju ke depan dan duduk di kursi paling depan. ia pun segera diusir oleh para usher dan disuruh duduk di barisan belakang.

Sambil menuju ke belakang, ia menyapa para jemaat, tetapi banyak mata yang menatapnya dengan pandangan yang sangat merendahkan dan menghakiminya.

Gelandangan yang berpakaian lusuh itu duduk mengikuti ibadah hingga selesai. tiba saatnya para diaken mengumumkan dan memanggil nama gembala sidang yang baru. “sidang jemaat yang dikasihi TUHAN, tiba saatnya kami akan memanggil dan mengumumkan bapak gembala sidang yang baru”, mendengar pengumuman itu jemaat pun berdiri dan bertepuk tangan.

tidak lama setelah itu, seorang gelandangan berdiri dan berjalan menuju mimbar. semua mata terbelalak dan kaget.
Pendeta JEREMIAH STEEPEK yang menyamar sebagai gelandangan langsung mengambil mikrofon dan diam sejenak.
Setelah itu, ia mengutip ayat-ayat firman:
“dan RAJA itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan- NYA: mari, hai kamu yang diberkati oleh BAPA-KU, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
sebab ketika AKU lapar, kamu memberi AKU makan; ketika AKU haus, kamu memberi AKU minum; ketika AKU seorang asing, kamu memberi AKU tumpangan; ketika AKU telanjang, kamu memberi AKU pakaian; ketika AKU sakit, kamu melawat AKU; ketika AKU di dalam penjara, kamu mengunjungi AKU.

maka orang-orang benar itu akan menjawab DIA, katanya: TUHAN, bilamanakah kami melihat ENGKAU lapar dan kami memberi ENGKAU makan, atau haus dan kami memberi ENGKAU minum? bilamanakah kami melihat ENGKAU sebagai orang asing, dan kami memberi ENGKAU tumpangan, atau telanjang dan kami memberi ENGKAU pakaian?
bilamanakah kami melihat ENGKAU sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi ENGKAU?
dan RAJA itu akan menjawab mereka: AKU berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-KU yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AKU.” (Matius 25 : 31-46).
Setelah selesai mengucapkan kalimat demi kalimat, ia mulai menceritakan pengalaman yang ia rasakan sebagai gelandangan sepanjang pagi di gereja itu.
Isak tangis mulai terdengar, banyak jemaat meneteskan air mata dan tidak sedikit yang tertunduk malu. ia mengakhiri sambutannya dengan berkata, “pagi ini, saya melihat banyak orang berkumpul dalam gereja, tetapi hanya sedikit yang benar- benar murid YESUS.
Maukah anda menjadi seorang murid?
Bukan sekadar menjadi pengikut?

Silahkan bagikan jika ini menggugah hatimu...!

Kisah Dibalik Lagu "Bapa Sentuh Hatiku"

Kisah Dibalik Lagu "Bapa Sentuh Hatiku"

Mungkin banyak yang dengar lagu sentuh hatiku, yang dinyanyikan oleh Maria Shandy. Akan tetapi dibalik lagu itu ternyata ada sebuah kisah yang luar biasa.

Pencipta lagu ini adalah seorang anak Tuhan, Kisah didalam lagu itu adalah milik teman sekolahnya. Temannya itu diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila, sehingga harus dipasung (dirantai) dirumahnya. Ia suka datang dan mendoakan anak
itu sambil sesekali menulis lirik lagu..

waktu pun berlalu…

Diapun pindah kota dan mulai sibuk dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika anak perempuan itu menelpon dia. Tentu saja kaget bukan main, karena anak itu kan gila. Dipasung pula ? kok sekarang bisa lepas? telepon pula?

Akhirnya anak perempuan itu cerita, suatu hari entah karena karat atau bagaimana rantainya lepas. Satu hal yang langsung dia ingat, dia mau bunuh ayahnya!

Tetapi saat dia bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata : “Kamu harus memaafkan ayah kamu.”

Tetapi anak itu tidak bisa dan dia terus menangis, memukul, dan berteriak..

Sampai akhirnya Tuhan memeluk dia dan berkata : “Aku mengasihimu”

Walaupun bergumul akhirnya anak itupun memaafkan ayahnya, mereka sekeluarga menangis dan boleh kembali hidup normal.

Dari situ lah lagu sentuh hatiku ditulis,

Betapa ku mencintai, segala yang telah terjadi
tak pernah sendiri, selalu menyertai
Betapa kumenyadari, didalam hidupku ini..
kau selalu memberi, rancangan terbaik oleh karena kasih

Bapa sentuh hatiku,
ubah hidupku, menjadi yang baru
Bagai Emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku

Bapa Ajarku mengerti
sebuah kasih yang selalu memberi..
Bagai air mengalir
yang tiada pernah berhenti

KasihMu ya Tuhan tak pernah berhenti..

Kisah diatas sungguh-sungguh terjadi, semoga bisa menginspirasi kita agar bisa merasakan kasih Tuhan yang luar biasa.

God Bless You all

Setiap Orang Punya Ceritanya Masing-masing

Di sebuah ruangan rumah sakit..hanya ada 2 ranjang.. Di ranjang yang satu dekat dengan jendela..dan yang satu lagi jauh dari jendela..setiap harinya gadis yang terbujur lemah yg berada di ranjang dekat jendela menceritakan apa yang dia liat ke pemuda yang terbaring di ranjang satunya lagi..

Setiap Orang Punya Ceritanya Masing-masing

"Apa yang kamu liat hari ini?" Kata pemuda itu.

Gadis itu menjawab" di luar ada anak-anak kecil berlari riang sedang main dengan anjing kesayangannya. Ada gemerlap lampu-lampu taman yg indah.ada pasangan pemuda gagah dan pasangannya sedang berbaring santai di taman lagi piknik.. Dan banyak sekali angsa-angsa lewat di kolam.. Dengan riangnya gadis itu bercerita.

Hari ke hari pemuda itu bertanya ke gadis itu..dan gadis itu trus menceritakan apa yg dia liat di luar jendela dan akhirnya pada satu malam..gadis itu sesak nafas, pemuda itu bisa aja membantu gadis itu dengan memencet bell agar suster datang tapi di biarkan saja.. Dalam hatinya " ini kesempatanku untuk bisa pindah ke ranjang sebelah dekat jendela jika gadis itu mati jadi bisa liat pemandangan luar"

Esok harinya gadis itu mati dan pemuda itu berkata ke suster"aku mau pindah ke ranjang dekat jendela' dengan riangnya pemuda itu begitu dia melongok ke jendela" apa yang dia liat? Cumanlah "dinding"

Apa makna cerita ini?

Terkadang kita suka merasa diri tidak bahagia dan selalu melihat kebahagiaan org lain.
Suka berandai-andai. Andai aku punya istri yang cantik kayak dia. Andai aku punya suami yg baik kayak dia..andai aku bisa sekaya dia..andai aku punya penghasilan seperti dia, jabatan seperti dia..punya papa dan mama kayak papa dan mama temenku..punya mobil sebagus dia.
Andai dan andai..selalu memikirkan apa yang orang lain liat.

Setiap orang punya kesusahan masing masing. Orang yg bahagia adalah orang yang selalu melihat hidup ini indah, berpikir positif walaupun cuman tembok di depan mata tapi yang dia liat adalah visinya dan selalu ceria melewati hidup..bersyukur masih di beri kehidupan..dan mau membagikan keceriaannya kepada orang lain.

Kisah Inspiratif : Menjadi Berkat

Kisah Inspiratif : Menjadi Berkat
.....Baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan
(Efesus 4:28)

Beberapa anak kecil sedang membicarakan cita-cita mereka setelah dewasa nanti. Ketika tiba giliran Jimmy, ia tidak menyebutkan profesi yang lebih umum seperti dokter, pengacara, polisi, atau petugas pemadam kebakaran. Jimmy hanya bercita-cita untuk menjadi seorang dermawan.
Ketika teman-temannya menyuruhnya menjelaskan alasannya, Jimmy menjawab,
"Karena kudengar orang seperti ini punya banyak uang."

Pernyataan Jimmy tersebut tidak sepenuhnya benar.
Di dalam kamus, dermawan didefinisikan sebagai
"seseorang yang mengasihi dan suka memikirkan kepentingan sesamanya".

Seseorang tidak langsung menjadi dermawan hanya karena ia memiliki banyak uang. Pada kenyataannya, seorang miskin yang "mengasihi dan memikirkan kepentingan sesamanya", terlepas dari kemampuannya yang terbatas, lebih pantas disebut seorang dermawan daripada orang yang sangat kaya namun kikir yang memberi dengan terpaksa -- walau jumlah yang disumbangkannya besar.

Bahkan Rasul Paulus mendorong orang-orang yang suka mengambil hak orang lain agar dapat menjadi pemberi. Rasul Paulus berkata demikian,
"Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras ... supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan"
(Efesus 4:28).
Pemberian seperti inilah yang dapat membawa sukacita kepada si pemberi (Amsal 14:21).

Kita semua dapat menjadi seorang dermawan, terlepas dari berapa pun penghasilan kita atau apa pun pekerjaan kita.

Allah Memberikan Yang Kita Butuhkan,
Agar Kita Dapat Memberi Kepada Yang Berkekurangan.

Jangan di Luar Tuhan

Perumpamaan tentang anak yang hilang pasti sudah tidak asing bagi kita. Seorang anak yang meminta bagian warisannya, pergi dari rumah ayahnya dan menghabiskan seluruh harta kekayaannya untuk kesenangannya sendiri.

Jangan di Luar Tuhan

Pada awalnya, kehidupan di luar sangat menarik baginya. Ia memiliki banyak teman, bisa berpesta, dan berfoya-foya menghamburkan uang. Akan tetapi, kesenangan itu hanya sesaat saja. Ketika uangnya mulai habis, teman-temannya mulai meninggalkannya.

Ketika hartanya sudah tidak tersisa, ia pun berakhir dengan menjadi penjaga babi demi bertahan hidup. Saat kelaparan melandanya, ia mengingat alangkah enaknya buruh upahan di rumah ayahnya.

Mungkin kita pernah seperti anak bungsu ini. Iblis menggoda kita dengan tawaran dunia dan kita mulai melangkah keluar dari Tuhan. Kita terjatuh ke dalam perangkapnya. Di luar perlindungan Tuhan, kita pun terjebak masalah berat dan seolah tidak ada jalan keluar.

Ya, semua pilihan ada di tangan kita, karena Tuhan tidak pernah memaksa kita. Namun, meski Tuhan memberikan kebebasan bagi kita untuk memilih hidup seperti apa yang akan kita jalani, ingatlah bahwa apa yang kita pilih di dunia ini menentukan pilihan kita di surga.

Ketika kita terpisah dari Tuhan dan meninggalkan-Nya, pada awalnya mungkin tampak baik-baik saja, tetapi pada akhirnya kita akan kehilangan berkat, martabat dan kebahagiaan kita. Amsal 14:12 mengatakan, “ Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Kisah Inspiratif : Kisah Segelas Susu

Kisah ini diambil dari salah satu artikel yang tersebar di internet, yang mengisahkan tentang seorang dokter yang penuh cinta kasih, bernama Dr. Howard Kelly. Memang inti dari ceritanya tidak berubah, namun sepertinya terdapat beberapa hal yang terlalu berlebihan.

Kisah Inspiratif : Kisah Segelas Susu
Hal ini dipertegas dengan adanya cerita di buku biografi dari Dr. Howard Kelly sendiri. Oleh sebab itu, cerita inspiratif ini tetap diposting dan juga disertai dengan cerita nyata yang sebenarnya terjadi. Selamat membaca.

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak memiliki uang memberanikan diri untuk mengetuk pintu sebuah rumah untuk meminta makanan. Keberaniannya lenyap saat pintu itu dibuka oleh seorang gadis muda. Ia tidak jadi meminta makanan dan hanya meminta segelas air.

Gadis itu tahu bahwa anak lelaki tersebut sebenarnya kelaparan, maka ia membawakan susu hangat segelas besar. Anak lelaki itu meminum susu itu secara perlahan lalu bertanya, “Berapa harga susu yang menjadi hutangku?” “Kau tidak berhutang apapun,” jawab gadis itu. “Ibu mengajarkan kami untuk tidak meminta bayaran atas perbuatan baik kami.” “Kalau begitu, aku sangat berterimakasih dari lubuk hatiku yang terdalam.”

Tahun demi tahun berlalu, gadis itu telah tumbuh menjadi wanita dewasa, namun ia menderita penyakit kronis yang para dokter di kotanya telah angkat tangan terhadap penyakitnya. Ia pun dibawa ke rumah sakit di kota besar. Dokter Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan medis. Howard Kelly mengenali wanita itu. Setelah melalui perjuangan panjang, wanita itu sembuh.

Saat menerima amplop tagihan dari rumah sakit, wanita itu ketakutan. Ia tahu tidak akan mampu membayar biayanya meskipun dengan mencicilnya seumur hidup. Dengan tangan bergetar ia  membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok tagihan: “Telah dibayar lunas dengan segelas susu.” [Tertanda] Dokter Howard Kelly.

Ini Kisah Nyata

Menurut Biografi yang ditulis oleh Audrey Davis dari pengetahuannya yang ia dapatkan selama berteman 20 tahun dengan Dr. Howard Kelly, dan juga melalui notebook serta jurnal yang dokter tinggalkan setelah kematiannya, bahwa cerita tentang tagihan yang dibayar dengan segelas susu adalah benar. Berikut adalah petikan dari isi Biografi dari Dr. Howard Kelly:

“Di suatu perjalanan menuju ke utara Pennsylvania pada saat musim semi, Kelly berhenti di sebuah rumah petani yang kecil untuk meminum segelas air dingin. Seorang gadis kecil membuka pintu ketika Kelly mengetuk rumahnya, namun bukan air yang diberikan, gadis kecil itu malah memberinya segelas susu segar. Setelah kunjungan singkat yang ramah itu, Kelly pun melanjutkan perjalanannya. Beberapa tahun kemudian, gadis kecil itu datang kepadanya untuk operasi. Dan sebelum ia sempat pulang ke rumah, ia menerima tagihan operasinya, namun dengan tambahan tulisan tangan: Sudah dibayar penuh dengan segelas susu.”

Nilai yang dapat diambil:
Kisah nyata tentang Dr. Howard Kelly ini mengajarkan kepada kita, bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa dilakukan oleh orang yang pernah kita tolong sebelumnya. Namun dengan ketulusan ingin membantu, bahkan memberikan lebih dari yang orang tersebut inginkan, niscaya kebaikan itu akan kembali menjadi sesuatu yang baik juga kepada kita. Tanamkan selalu kebaikan dalam pikiran dan tindakan kita, agar kita dapat menikmati buah dari kebaikan itu ketika tiba waktunya.

Kisah Inspiratif : Nilai Sebuah Penghakiman

Dalam suatu kereta ekonomi non-AC yang lumayan panas, seorang eksekutif muda, dengan jas elegan berdiri di disana. Sesak-sesakan dengan penumpang lain.

Nilai Sebuah Penghakiman

Sesaat kemudian, ia membuka tablet Androidnya. Lebih besar tentu dibanding smartphone umumnya.Ia memang sedang ada chat penting dgn para donatur. Chat tentang dana untuk membantu para korban kebanjiran.

Semua penumpang menoleh padanya atau meliriknya. Apa batin mereka?

Seorang nenek-nenek membatin, 'Orang muda sekarang, kaya sedikit langsung pamer. Naik Ekonomi, pamer-pameran.'

Seorang emak-emak membatin, 'Mudah-mudahan suami saya gak senorak dia. Norak di kelas Ekonomi bukan hal terpuji.'

Seorang gadis ABG membatin, 'Keren sih keren, tapi gak banget deh sama gayanya. Kenapa gak naik AC kalau mau pamer begituan?'

Seorang pengusaha membatin, 'Sepertinya dia baru kenal 'kaya'. Atau dapat warisan. andai dia merasakan jerih pahit kehidupan; barang tentu tidak akan pamer barang itu di kelas Ekonomi. Kenapa ga naik AC sih?'

Seorang pemuka agama melirik, 'Andai dia belajar ilmu agama, tentu tidak sesombong itu, pamer!'

Seorang pelajar SMA membatin, 'Gue tau lo kaya. Tapi plis deh, lo ga perlu pamer gitu kalle' ke gua. Gua tuh ga butuh style elo. Kalo lo emang pengen diakuin, lo bisa out dari sini, terus naik kereta AC.. ill feel gue.'

Seorang tunawisma membatin, 'Orang ini terlalu sombong, ingin pamer di depan rakyat kecil.'

Si eksekutif menyimpan kembali tabletnya di tas. Ia membatin, Puji Tuhan, akhirnya para donatur bersedia membantu. Puji Tuhan, ini kabar baik sekali.

Lalu, ia sempatkan melihat kantong bajunya. Ada secarik tiket kereta ekonomi.Ia membatin 'Tadi sempat tukar karcis dengan seorang nenek tua yang mau naik kereta sesak ini. Tidak tega saya. Biarlah dia yang naik kereta AC itu. Mudah-mudahan manfaat.:

Sobat ACY..

Begitu berbahaya nya penghakiman. Sebuah kebaikan, tindakan kasih, bisa berubah total menjadi kejahatan hanya karna persepsi kita.

Jaga persepsi kita, semua tak perlu kita nilai seperti penampakannya.

Gbu..
Regard,

Tukarlah Dengan Yang Lebih Berharga

Ulang tahun pernikahan sepasang suami istri makan di restoran mewah.

Tukarlah Dengan Yang Lebih Berharga
Makanan enak, suasana romantis,
mereka bicara tentang hal-hal

Saat membayar, sang istri terkejut melihat ada kesalahan sebesar Rp 8rb.

Ia menanyakan hal tsb dan mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari si kasir.

Sang suami memilih untuk mengajak istrinya pulang, tidak usah diperdebatkan.

Namun..,

di dalam mobil, sang istri tetap mengomel, termasuk kepada suaminya
yang menurutnya tidak membela dirinya.

Malam yang pada mulanya INDAH itu mendadak jadi TEGANG.

Saat itulah, suaminya berkata, "Sayang.., sadarkah bahwa kamu sudah menukar suka cita & keindahan malam ini hanya dengan 8 rb rupiah ?"

Berapa sering kita bersikap demikian?

~SUKA CITA kita "TUKAR" dengan UCAPAN seseorang yang salah kecil.

 ~8 tahun PERSAHABATAN dihapus hanya oleh 8 menit PERSELISIHAN kecil saja.

~10 tahun KERJA SAMA yang baik hancur oleh masalah UANG sedikit.

~Hubungan PERSAUDARAAN hilang hanya karena HAL SEPELE.

Banyak hal BESAR & PENTING tanpa sadar kita TUKAR begitu saja dengan
hal-hal yang NILAINYA sebenarnya sama sekali tak SEBANDING.

Akhirnya kita hanya bisa MENYESAL setelah semua berlalu & NASI sudah menjadi BUBUR!!

Berapa banyak KONFLIK PERTENGKARAN yang seharusnya dapat dihindari
tapi karena EMOSI & GENGSI untuk mengalah maka PUTUS ?

Banyak UCAPAN & TINDAKAN kita yang malah akhirnya menyakitkan diri
sendiri, mendatangkan PENYESALAN & KESEDIHAN sendiri ?

Mari belajar MENGENDALIKAN DIRI, belajar SABAR, MEMAHAMI, MEMAKLUMI & MEMAAFKAN.

~Jangan tukar SUKA CITA & KEHARMONISAN HIDUP kita dengan KESEDIHAN
yang tak bernilai.

~Jangan tukar WAKTU & KESEHATAN kita dengan HARTA duniawi.

~Jangan tukar yang KEKAL dengan yang SEMENTARA.

Alkitab berkata:

~HIKMAT lebih berharga daripada PERMATA.
(Amsal 8:11)

~NAMA BAIK lebih berharga daripada KEKAYAAN BESAR. (Amsal 22:1)

~ISTRI yang CAKAP lebih berharga daripada PERMATA.
menyenangkan & bernostalgia.

🎁 *Filipi 3:7-8!*

Viral - Biarawati ini meninggal dengan wajah Tersenyum

AKuCintaYesus.Net - Suster Cecilia Maria (43) pergi untuk selamanya dalam keadaan tenang dan tersenyum. Senyuman itu menunjukkan bahwa di akhir kehidupan pun dia tetap meninggalkan kenangan manis bagi semua orang.


Biarawati yang juga bekerja sebagai perawat di Pelayanan Saints Teresa and Joseph di Argentina ini meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker lidah dan paru-paru.




Suster Cecilia dikenal sebagai lulusan keperawatan di usia 26 tahun. Kemudian mengambil sumpah pertamanya menjadi suster biara Karmelit. Tahun 2003, dia mendedikasikan sepenuh hidupnya untuk profesi ini. Namun, enam bulan lalu, dia didiagnosa menderita kanker.


Sebelum meninggal pada 22 Juni 2016 lalu, Cecilia menulis sebuah catatan di tempat tidur rumah sakit. Dia memegangi secarik surat tersebut lalu diabadikan dengan pose senyumnya yang khas dan diposting di sosial media. Dengan seketika, foto tersebut menjadi viral dan mengundang perhatian ribuan netizen di seluruh dunia.


Secarik kertas itu berisi tentang sesuatu hal yang mengharukan. Tulisnya, “Aku berpikir tentang pemakamanku. Pertama, doa-doa yang intens dan kemudian sebuah perayaan besar bagi semua orang. Jangan lupa berdoa, juga jangan lupa merayakannya!”


Beberapa bulan terakhir hidupnya, ia memang tidak lagi mampu berkomunikasi. Untuk berbicara dia terpaksa menggunakan catatan atau melalui gerakan tubuh. Setiap orang terdekatnya bahkan mengakui bahwa dia tetap bersikap tenang dan sukacita hingga di akhir hayatnya.


Ribuan orang tersentuh dengan sukacita dan senyuman yang ditebarkan Cecilia. Meski pada kenyataannya dia tengah sekarat melawan kanker yang mematikan. Dia bahkan tetap mendorong orang-orang untuk menolak eutanasia atau bunuh diri dengan bantuan medis yang dilakukan orang-orang yang menderita dan mendekati kematian.


Di hari-hari terakhirnya, Cecilia lebih banyak berdoa dan menguatkan orang-orang dari tempat tidurnya di rumah sakit. Keluarga suster Cecilia juga mengakui bahwa sukacitanya mampu menguatkan dan menghilangkan dia dari rasa sakit.

Sepanjang hidup suster Cecilia, dia memberikan teladan yang sangat baik bagi semua orang. Dedikasinya kepada Tuhan juga menjadi contoh yang sepatutnya kita tiru. Kekuatan dan ketegarannya di tengah kondisi sekarat juga patut kita contoh.